

Aku suka berlayar, menikmati angin dan menuruti desakan sepoi yang lalu membawaku ke suatu pulau, atau pelabuhan. Selama ini aku belum pernah berdiri di balik kemudinya dan mengarahkan jalannya kapal ke mana. Aku hanya mengikuti, menikmati, dan cukup puas dengan belaian angin di tepian deknya.
Sampai suatu saat, aku berpikir bahwa berdiri di balik kemudi dan mengarahkan kapal itu ke suatu tempat tujuan adalah hal yang lebih menarik dan menantang daripada hanya berdiri di tepian dek, memegangi besinya dan terlena dengan teriakan pelikan.
Ingin menjadi nahkoda itu!
Tapi prosesnya tentu saja tidak mudah. Nahkoda harus tahu arah angin, deru ombak, titik fokus tujuan, cuaca... dan banyak lagi. Semua itu harus dipelajari, dan jika aku berhasil mempelajarinya, aku bisa menjadi seorang yang membawa kapal itu dan sekarang aku malah bisa mengajak orang lain turut serta dalam kapalku, mengajak mereka menikmati titik tujuanku.
Itulah aku sekarang.
Dulu -dan sampai saat ini- aku adalah penikmat tulisan orang lain. Seperti penumpang yang menikmati belaian angin di kapal yang diarahkan Sang Nahkoda. Aku ikut dalam gembira, sedih, penasaran Sang Nahkoda yang membawaku dalam Kapal Kata-katanya.
Aku suka menulis. Sejak SD aku sudah membuat kumpulan cerita misteri dengan Anggi -teman SDku. Jadi 3 buku (buku tulis strip jadul). Lalu ketika komik mulai datang, aku mulai suka menggambar komik. SMP, meningkat menjadi cerpen-cerpen remaja dan sesekali cerpen anak-anak yang ingin kukirim ke Majalah Bobo. Beberapa kali aku mengirimkan cerita itu ke harian lokal, yang belum dimuat juga. Sayangnya, saat itu aku mengambil kesimpulan cepat bahwa tulisanku tidak layak tayang, tidak layak baca, dan itu membuatku 'takut' untuk mengirimkan lagi.
Aku kembali menyerah dan 'trimo' menjadi penumpang Kapal saja. Silakan jika ada Nahkoda yang mau membawaku ke Pulau nya....
Tapi sekarang aku mau berani lagi memulai. Membagikan tulisanku ke orang lain. Menjadi Sang Nahkoda itu sendiri dan membawa orang masuk di Kapalku, merasakan passion itu, belajar bersamaku, dan aku mengambil pelajaran hidup bersamanya.
Karena itu, inilah Kapalku, semua orang kuundang menjadi penumpang yang berbagi hati denganku, dan mari kita mengarungi samudera dengan Kapal Kataku, menuju Pulau itu.
Dan, aku juga ingin diundang untuk naik Kapalmu!
Semoga angin itu meniup kita ke arah yang tepat, dengan cuaca yang baik, dan sampai di Pulau dengan puas hati...
Sampai suatu saat, aku berpikir bahwa berdiri di balik kemudi dan mengarahkan kapal itu ke suatu tempat tujuan adalah hal yang lebih menarik dan menantang daripada hanya berdiri di tepian dek, memegangi besinya dan terlena dengan teriakan pelikan.
Ingin menjadi nahkoda itu!
Tapi prosesnya tentu saja tidak mudah. Nahkoda harus tahu arah angin, deru ombak, titik fokus tujuan, cuaca... dan banyak lagi. Semua itu harus dipelajari, dan jika aku berhasil mempelajarinya, aku bisa menjadi seorang yang membawa kapal itu dan sekarang aku malah bisa mengajak orang lain turut serta dalam kapalku, mengajak mereka menikmati titik tujuanku.
Itulah aku sekarang.
Dulu -dan sampai saat ini- aku adalah penikmat tulisan orang lain. Seperti penumpang yang menikmati belaian angin di kapal yang diarahkan Sang Nahkoda. Aku ikut dalam gembira, sedih, penasaran Sang Nahkoda yang membawaku dalam Kapal Kata-katanya.
Aku suka menulis. Sejak SD aku sudah membuat kumpulan cerita misteri dengan Anggi -teman SDku. Jadi 3 buku (buku tulis strip jadul). Lalu ketika komik mulai datang, aku mulai suka menggambar komik. SMP, meningkat menjadi cerpen-cerpen remaja dan sesekali cerpen anak-anak yang ingin kukirim ke Majalah Bobo. Beberapa kali aku mengirimkan cerita itu ke harian lokal, yang belum dimuat juga. Sayangnya, saat itu aku mengambil kesimpulan cepat bahwa tulisanku tidak layak tayang, tidak layak baca, dan itu membuatku 'takut' untuk mengirimkan lagi.
Aku kembali menyerah dan 'trimo' menjadi penumpang Kapal saja. Silakan jika ada Nahkoda yang mau membawaku ke Pulau nya....
Tapi sekarang aku mau berani lagi memulai. Membagikan tulisanku ke orang lain. Menjadi Sang Nahkoda itu sendiri dan membawa orang masuk di Kapalku, merasakan passion itu, belajar bersamaku, dan aku mengambil pelajaran hidup bersamanya.
Karena itu, inilah Kapalku, semua orang kuundang menjadi penumpang yang berbagi hati denganku, dan mari kita mengarungi samudera dengan Kapal Kataku, menuju Pulau itu.
Dan, aku juga ingin diundang untuk naik Kapalmu!
Semoga angin itu meniup kita ke arah yang tepat, dengan cuaca yang baik, dan sampai di Pulau dengan puas hati...
3 komentar:
Aku menunggu bukumu.
Kalau launching aku diundang ya.
Nah soal kapal, aku pengen deh punya ocean liner kayak "Maersk", pengen beli lagi tanker terbesar milik indonesia yang dulu dengan bodohnya dijual oleh laksamana sukardi, tapi pengen juga punya kapan kecil saja untuk ditempatkan di pinggir danau, yang kadang-kadang bisa dibawa ke tengah untuk memancing, ada kabinnya juga buat tinggal kalau lagi jenuh dengan keramaian.
Wah perjalanan mungkin masih jauh pak, tapi mari kita lihat saja. Btw, kamu juga ya..numpang kapalmu dong :D
Posting Komentar