Memandang ke kedalaman matamu
yang meneduhkan itu
membuatku bisa berangan
bahwa membangun rumah denganmu
itu sangat menyenangkan
seperti janjimu.
Memaku ke kehangatan bahumu itu
membuatku berani sandarkan segala letihku
dan segarkan lelahku.
Kamu, di situ.
Untung kamu di situ.
Untung kamu yang akan jadi ayah anakku.
Untung kamu memilih aku
jadi ibu anakmu.
Selasa, April 08, 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar